Kamis, 03 Juli 2014

pemanfaatan media dalam pembelajaran

pemanfaatan media dalam pembelajaran
 
 Istilah media berasal dari Bahasa Latin, yaitu dari kata “Mediaum” yang berarti perantara atau pengantar.
 
Secara Umum: Media mengandung makna ”segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi”. 
Dari pengertian tersebut, jika dikaitkan dengan media pembelajaran kita dapat mengambil pemahaman bahwa ”Media Pembelajaran” adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan tujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Klasifikasi Jenis Media Pembelajaran
Secara Umum: Dapat digolongkan atas 3 unsur pokok  yaitu: suara, visual, dan gerak. Dari tiga unsur pokok tersebut terbagi lagi menjadi 9 kelompok yaitu: 
1.   Media Audio (Siaran Radio)
2.   Media Cetak (Modul, Buku)
3.   Media Visual Diam (OHT)
4.   Media Visual Gerak (Film Bisu )
5.   Media Audio-Visual (TV,VCD)
6.   Media Objek Fisik (Benda nyata)
7.   Manusia dan Lingkungan (Guru, Pustakawan, Laboran)
8.   Komputer
9.   Internet
Prinsip Umum Pembuatan Media
Dalam merancang media pembelajaran, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
1. Visible       =  Mudah dilihat
2. Interesting =  Menarik
3. Simple       =  Sederhana
4. Useful        =  Bermanfaat bagi si belajar
5. Accurate    =  Benar dan tepat sasaran
6. Legitimate =  Sah dan masuk akal
7. Structured  =  Tersusun secara baik
Manfaat Media Dalam Pembelajaran
Secara Umum:
 
Penggunaan Media dalam pembelajaran dapat memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien
Secara Khusus:
  1. Dengan menggunakan Media, penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan 
  2. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik 
  3. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas 
  4. Efesien dalam waktu dan tenaga 
  5. Meningkatkan kualitas hasil belajar 
  6. Dengan media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 
  7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan  proses pembelajaran 
  8. Merubah peran guru kearah yang lebih positif 
  9. Membuat pelajaran yang abstrak menjadi kongrit 
  10. Mengatasi ruang dan waktu 
  11. Membantu mengatasi keterbatasan indera manusia 
  12. Mampu menghadirkan objek yang langkah dan berbahaya di ruang kelas 
  13. Mampu memberikan kesan yang mendalam dan tahan lama pada diri si pelajar (siswa)
Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, (1985) dijelaskan sebagai berikut:
  1. Dengan menggunakan media, penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
  2. Pembelajaran dapat lebih menarik
  3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
  4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
  5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
  6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
  7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
  8. Peran guru berubahan ke arah yang positif
Berdasarkan uraian tersebut, kita dapat memahami bahwa penggunaan media dalam pembelajaran sangat bermanfaat bagi guru, maupun kepada peserta didik.
Namun perlu diingat, bahwa setiap guru harus memperhatikan karakteristik dan kemampuan masing-masing media agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebagai contoh media kaset audio, merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan (pronounciation) bahasa asing. Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena bila secara langsung diberikan tanpa media, sering terjadi ketidaktepatan yang akurat dalam pengucapan, pengulangan dan sebagainya. Pembuatan media kaset audio ini termasuk mudah, hanya membutuhkan alat perekam dan narasumber yang dapat berbahasa asing, sementara itu pemanfaatannya menggunakan alat yang sama pula.

semangat juang



                                        SEMANGAT JUANG UNTUK KAWAN
                                                                         


Coba bangun dan buka matamu secara perlahan kawanku
lihatlah semua apa yg bisa kamu lihat
biarkan matamu terasa panas melihat tatanan negeri ini kawanku


        banyaknya api hitam yang berkobar menyelimuti negeri ini
maka di saat kamu tersadar kobarkanlah seluruh semangat api juangmu
lawan mereka, singkirkan mereka

mereka membelai kepala sampai kelehermu kawan
dengan tangan yang penuh oleh kotoran
tangan yang di penuhi darah orang-orang yang tidak bersalah

              mereka terus membelai....
hingga akhirnya di cekik oleh kedua tangan kotor mereka tanpa kamu sadari
cepat ulurkan tanganmu ke depan kawanku

aku akan memegang tanganmu
dan menarikmu keatas garis jalan perjuangan ini
kepalkan jari tanganmu dan angkat tangan kirimu meninju ke atas langit yang hitam

              biarkan hujan turun,biarkan panas matahri memanggang kepala
karena semua akan terbayar ketika kamu mampu merubah tatanan negeri ini kawanku
mereka akan menganggap bahwa itu adalah sebuah kemustahilan

tapi kemustahilan akan berubah menjadi debu yang tak berguna
percaya dengan perubahan yang di dorong oleh perjuangan
maka terjadilah apa yang di inginkan..K E A D I L A N.

artikel permasalahan pendidikan

artikel permasalahan pendidikan


Semakin tertinggalnya pendidikan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain, harusnya membuat kita lebih termotivasi untuk berbenah diri. Banyaknya permasalahan pendidikan yang muncul ke permukaan merupakan gambaran praktek pendidikan kita : 

1. Kurikulum 
Kurikulum kita yang dalam jangka waktu singkat selalu berubah-ubah tanpa ada hasil yang maksimal dan masih tetap saja. Yang jelas, menteri pendidikan berusaha eksis dalam mengujicobakan formula pendidikan baru dengan mengubah kurikulum. Perubahan kurikulum yang terus-menerus, pada prateknya kita tidak tau apa maksudnya dan yang beda hanya bukunya. Contohnya guru, banyak guru honorer yang masih susah payah mencukupi kebutuhannya sendiri. Kegagalan dalam kurikulum kita juga disebabkan oleh kurangnya pelatihan skill, kurangnya sosialisasi dan pembinaan terhadap kurikulum baru. Elemen dasar ini lah yang menentukan keberhasilan pendidikan yang kita tempuh

2. Biaya 
Banyak masyarakat yang memiliki persepsi pendidikan itu mahal dan lebih parahnya banyak pula pejabat pendidikan yang ngomong, kalau pengen pendidikan yang berkualitas konsekuensinya harus membayar mahal. Pendidikan sekarang ini seperti diperjual-belikan bagi kalangan kapitalis pendidikan dan pemerintah sendiri seolah membiarkan saja dan lepas tangan. Apa mereka sudah mengenyam pendidikan?? Akhir-akhir ini pemerintah dalam sistem pendidikan yang baru akan membagi pendidikan menjadi dua jalur besar, yaitu jalur formal standar dan jalur formal mandiri. Pembagian jalur ini berdasarkan perbedaan kemampuan akademik dan finansial siswa. Ironis sekali bila kebijakan ini benar-benar terjadi.

3. Tujuan pendidikan 
Katanya pendidikan itu mencerdaskan, tapi kenyataannya pendidikan itu menyesatkan. Lihat saja kualitas pendidikan kita hanya diukur dari ijazah yang kita dapat. Padahal sekarang ini banyak ijazah yang dijual dengan mudahnya dan banyak pula yang membelinya (baik dari masyarakat ataupun pejabat-pejabat).

4. Disahkannya RUU BHP menjadi Undang- Undang 
DPR RI telah mensahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Hukum Pendidikan (BHP) menjadi Undang-Undang. Namun, disahkannya UU BHP ini banyak menuai protes dari kalangan mahasiswa yang khawatir akan terjadinya komersialisasi dan liberalisasi terhadap dunia pendidikan. Segala aspirasi dan masukan, sudah disampaikan kepada Pansus RUU BHP. UU BHP ini akan menjadi kerangka besar penataan organisasi pendidikan dalam jangka panjang.

5. Kontoversi diselenggaraknnya UN 
Kedua, aspek yuridis. UN hanya mengukur kemampuan pengetahuan dan penentuan standar pendidikan yang ditentukan secara sepihak oleh pemerintah. Selain itu, pada pasal 59 ayat 1 dinyatakan, pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Tapi dalam UN pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa yang sebenarnya merupakan tugas pendidik. Ketiga, aspek sosial dan psikologis. Dalam mekanisme UN yang diselenggarakannya, pemerintah telah mematok standar nilai kelulusan 3,01 pada tahun 2002/2003 menjadi 4,01 pada tahun 2003/2004 dan 4,25 pada tahun 2004/2005. Selain itu, belum dibuat sistem yang jelas untuk menangkal penyimpangan finansial dana UN.

6. Kerusakan Fasilitas 
sekolah Nanang Fatah, pakar pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, sekitar 60 persen bangunan sekolah di Indonesia rusak berat. Di wilayah Jabar, sekolah yang rusak mencapai 50 persen. Kerusakan bangunan sekolah tersebut berkaitan dengan usia bangunan yang sudah tua. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejak tahun 2000-2005 telah dilaksankan proyek perbaikan infrastruktur sekolah oleh Bank Dunia, dengan mengucurkan dana Bank Dunia pada Komite Sekolah.

siswa pejuang



siswa pejuang
 
iwank irwan proletariat FKSP...!!!!!!
Tulisan seorang siswa pejuang :
 Perjalanan dalam sebuah perjuangan perubahan tidak begitu mudah untuk mencapainya terkadang penuh dengan rintangan yang belum pernah kita dapatkan,tapi yakinkan bahwa dengan rintangan itulah yang mampu membawa kita dalam sebuah kedewasaan.       
banyak sekali yang mesti kita perjuangkan apakah itu merupakan bentuknya kelompok maupun bentuknya individu.tapi yakin bahwa itu semua tidak lepas dari perjuangan menuju sebuah ke adilan,menuju sebuah ke sejahteraan...
maka lontarkanlah kata dan lemparkan gerakan yang menentu dalam sebuah perjalanan menuju sebuah perubahan,,pertanyaaan yang sederhana apakah seorang anak bangsa akan terdiam dan terlena dengan kondisi negara hari ini.?
melihat sebuah kebiadaban harus kita melawan melihat sebuah penindasan harus kita melawan,,maka dari itu sebagai anak bangsa yang sadar akan ketertindasan cuman ada satu kata “LAWAN” rubah duniamu menjadi sebuah kepastian dalam menjalani  kehidupan yang sebenarnya tidak lagi di penuhi ketertindasan,,namun akan di gantikan jadi sebuah kehidupan yang penuh dengan ke adilan dan kesejahteraan,,,ingat kawan,,! lawan kita cuman satu,mereka yang menindas dan merampas semua hakmu.....
orang yang mungkin masi awam mendengar sebuah gerakan perlawanan akan berkata sebaliknya dari kata seorang anak gerakan kiri yang percaya akan sebuah perubahan (REVOLUSI),,tidak ada yang mesti kita jelaskan lagi,,itu semua karena mereka belum sadar akan penindasan,,mungkin saja suat saat nanti mereka yang berkata TIDAK akan berbalik dan mengatakan YA untuk sebuah gerakan perlawanan menuju sebuah perubahan,,yang tentunya harus di dorong dengan usaha dan semangat dari siswa/kaum yang sadar akan perjuangan hari ini baik itu dari sektor siswa maupun dari mahasiswa itu sendiri...
dari dulunya mereka bermasa bodoh akan mersakan panasnya terik matahari di tengah garis jalanan yang begitu panjang dan mengeluarkan hawa panas akibat teriknya sinar matahari yang memanggang kepala suatu saat nanti mereka yang akan berada di garis  terdepan dalam menyuarakan sebuah perubahan dan akan sepakat dengan sebuah perlawanan...
semangat kawan,,karena kita bukanlah kawan saat kita berbelok di saat perjalan lurus menuju sebuah perjuangan ke sejahteraan untuk semua element masyarakat,,dan harus pula kita mampu memahami akan hancurnya sistem negara dan pendidikan kita hari ini dan mampu memahami sebuah permainan oleh para penghisap negeri ini kawan,,jangan kita mau terus di ombang-ambing akan kondisi kehidupan hari ini,,yang di mana masi jauh dari harapan kita semua,,masi jauh dari harapan seorang siswa,,buruh,,kaum tani,,miskin kota,dan seluruh element masyarakat,,maka dari itu teruslah belajar dan terus berada dalam garis perlawanan menuju sebuah perubahan,,Saatnya siswa bersatu,,sepakat menghapuskan segala bentuk penindasan dan diskriminasi di dalam dunia pendidikan indonesia hari ini dan melawan kapitalisasi pendidikan...Salam Siswa Progresif.
BELAJAR  BERORGANISASI  DAN  BERJUANG
FORUM KOMUNIKASI SISWA PROGRESIF (FKSP)